Agibisnis Pangan, 23 Agustus 2025 – Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) di Desa Suka Agung, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus, untuk mendorong hilirisasi kakao melalui diversifikasi produk dan penguatan branding.

Kegiatan bertema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Diversifikasi Pengolahan dan Penguatan Branding Produk Hilir Kakao” ini dipimpin oleh Dayang Berliana, S.P., M.Si., dengan tim akademisi: Dr. Analianasari, S.T.P., M.T.A., Kurnia Rimadhanti Ningtyas, S.T.P., M.Sc., Fadila Margasaty, S.Si., M.Si., dan Rima Maulini, S.Kom., M.Kom. Mereka mendampingi Kelompok Tani Suka Agung 5 yang diketuai Nasrudin.
Kelompok tani ini sebenarnya sudah memiliki peralatan pengolahan kakao sejak 2020 hasil hibah Dana Aspirasi, seperti mesin roasting, desheller, pres lemak, hingga mesin pengayak. Namun, pemanfaatannya selama ini masih terbatas untuk menghasilkan bubuk cokelat dan lemak kakao bermerek KiHaKo Cokelat.
Melalui pendampingan Polinela, para petani diarahkan untuk mengembangkan produk olahan bernilai tambah, seperti cokelat pralin dengan sentuhan lokal (kopi Lampung, jahe, pala, hingga pisang) serta bubuk cokelat premium. Produk ini dinilai mampu menjangkau pasar yang lebih luas dengan harga jual jauh lebih tinggi dibanding biji kakao mentah.
Ketua tim, Dayang Berliana, menjelaskan bahwa hilirisasi kakao tidak hanya soal menghasilkan produk, tetapi juga memperkuat rantai nilai. “Dengan mengolah sendiri, petani memperoleh kendali lebih besar terhadap harga dan pasar,” ujarnya.
Pendampingan ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru di Tanggamus, mulai dari UMKM pengolahan cokelat, pemasok bahan tambahan, hingga pariwisata kuliner. Produk pralin misalnya, berpotensi menjadi oleh-oleh khas daerah sekaligus menembus pasar ekspor niche.
Dengan langkah ini, Desa Suka Agung ditargetkan mampu menjadi salah satu sentra cokelat olahan khas Lampung yang berdaya saing tinggi.
